Seperti Puisi: Mohamad Johan
Sebilah belati tajam dihunus kelam
Tak mampu menciptakan rapuh
Cahaya cita-citamu semakin teguh
membesarkanku buah doamu
Telapak tanganmu mengeras
Kakimu mencadas
Melompati jurang-jurang
Menggapai gemintang
Aku tak pernah mendengarmu mengeluh
Ketika sengal nafasmu bermandi peluh
Selesai sujud kau tengadah
Mengadukan jalan penuh darah
Aura yang kau alirkan dalam darahku
Menuntun kerinduan pada kenangan
Saat kilat melantukan maklumat:
Senyummu itu surgaku
Sumenep, 26/01/2023

0 komentar:
Posting Komentar