Senin, 23 Januari 2023

KADO ULANG TAHUN


 KADO ULANG TAHUN

Oleh: Mohamad Johan

 

Lelaki berwajah tirus itu terus menatap layar gawai. Di atas sebuah kursi tamu berwarna coklat tua. Pada sebuah teras rumah minimalis. Membaca pesan demi pesan yang masuk pada WhatasApp-nya. Dia sedang menunggu pengumuman penting dalam kariernya. Dia akan naik pangkat. Setelah sekian lama menunggu. Teman-teman seangkatannya memang belum ada yang mencapai pangkat itu. Dia ingin menjadi yang pertama. Setidaknya di rombongan pertama. Tapi pesan demi pesan yang dibacanya tak ada satupun yang membuatnya gembira. Padahal hari itu, ia ulang tahun. Pengumuman itu akan menjadi kado terindah di hari istimewanya. Di usianya yang menginjak kepala empat.

Selamat ulang tahun, Sayang. Lelaki itu membaca pesan WhatasApp dari istri tercinta. Dikirim dari tempat kerjanya. Kebetulan ia sedang shift malam. Mereka pasangan yang sama-sama bekerja. Sudah biasa tidak bersama. Bahkan di hari istimewa pasangan atau di hari ulang tahun pernikahan mereka. Lelaki itu sangat percaya istrinya setia. Seratus persen. Tak ada yang dapat mengganggu keharmonisan mereka. Apalagi memisahkan cinta dan kasih sayang mereka. Ucapan selamat ulang tahun dari sang istri disusul oleh kiriman video. Berisi rangkaian beberap foto mereka berdua. Ada tulisan kata-kata romantis di setiap foto. Musik lembut melankolis mengiringi foto-foto tersebut. Lelaki itu merasa sangat tersanjung sekali. Video tersebut seakan hadiah ulang tahun paling romantis. Baginya, hadiah ulang tahun tak harus mahal. Atau pergi ke tempat jauh. Ia hanya harus mampu membuatnya bahagia di hari bahagia. Bahagia yang hakiki. Ketika istrinya setia dan anak-anak sehat semua. Itu sudah surga baginya.

Sayang, kita gak usah ketemu hari ini ya? Aku harus pulang. Ini ulang tahun suamiku. Aku tak tega meninggalkannya di hari bahagianya. Please. Lelaki itu menatap tak percaya pada layar handphone-nya. Sekali lagi dia perhatikan pengirimnya. Jelas dari istrinya. Tapi barisan kalimat itu jelas bukan untuknya. Lelaki itu berusaha menata kesadarannya yang amburadul. Setelah tsunami memporak-porandakan bangunan kesetiaan rumah tangganya. Dia tak kuasa membalas pesan istrinya. Sampai pesan itu kembali datang. Sayang, jawab dong… Aku lupa bahwa hari ini ulang tahun suamiku. Jadi aku harus batalin janji kita. Lagian baru kemarin kita ketemu, masak hari ini sudah kangen lagi. Pesan kali ini disertai emoji senyum dan dua hati berwarna merah. Tangan lelaki itu bergetar. Keringat dingin menetes dari keningnya. Penglihatannya mulai kabur. Ketika pesan susulan kembali datang. Oke, aku akan segera ke hotel. Tempat biasa kita bertemu. Lelaki itu lunglai lalu ambruk ke lantai.

Sumenep, 16/01/2023

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Mantap pak ks. ...
      Semoga sang suami tidak sampai menderita anemia karena harga dirinya sudah berada di kaki sang istri

      Hapus
    2. Terima kasih telah mampir di gubuk saya Pak calon pengawas. Ditunggu kedatangan selanjutnya ya...

      Hapus