Oleh:
Mohamad Johan
Selamat ulang
tahun, Sayang. Lelaki itu membaca pesan WhatasApp dari istri tercinta. Dikirim
dari tempat kerjanya. Kebetulan ia sedang shift malam. Mereka pasangan yang
sama-sama bekerja. Sudah biasa tidak bersama. Bahkan di hari istimewa pasangan
atau di hari ulang tahun pernikahan mereka. Lelaki itu sangat percaya istrinya
setia. Seratus persen. Tak ada yang dapat mengganggu keharmonisan mereka.
Apalagi memisahkan cinta dan kasih sayang mereka. Ucapan selamat ulang tahun
dari sang istri disusul oleh kiriman video. Berisi rangkaian beberap foto
mereka berdua. Ada tulisan kata-kata romantis di setiap foto. Musik lembut
melankolis mengiringi foto-foto tersebut. Lelaki itu merasa sangat tersanjung
sekali. Video tersebut seakan hadiah ulang tahun paling romantis. Baginya,
hadiah ulang tahun tak harus mahal. Atau pergi ke tempat jauh. Ia hanya harus
mampu membuatnya bahagia di hari bahagia. Bahagia yang hakiki. Ketika istrinya
setia dan anak-anak sehat semua. Itu sudah surga baginya.
Sayang, kita
gak usah ketemu hari ini ya? Aku harus pulang. Ini ulang tahun suamiku. Aku tak
tega meninggalkannya di hari bahagianya. Please.
Lelaki itu menatap tak percaya pada layar handphone-nya.
Sekali lagi dia perhatikan pengirimnya. Jelas dari istrinya. Tapi barisan
kalimat itu jelas bukan untuknya. Lelaki itu berusaha menata kesadarannya yang
amburadul. Setelah tsunami memporak-porandakan bangunan kesetiaan rumah
tangganya. Dia tak kuasa membalas pesan istrinya. Sampai pesan itu kembali
datang. Sayang, jawab dong… Aku lupa bahwa hari ini ulang tahun suamiku. Jadi
aku harus batalin janji kita. Lagian baru kemarin kita ketemu, masak hari ini
sudah kangen lagi. Pesan kali ini disertai emoji senyum dan dua hati berwarna
merah. Tangan lelaki itu bergetar. Keringat dingin menetes dari keningnya.
Penglihatannya mulai kabur. Ketika pesan susulan kembali datang. Oke, aku akan
segera ke hotel. Tempat biasa kita bertemu. Lelaki itu lunglai lalu ambruk ke
lantai.

Mantap pak Johan, saya suka
BalasHapusTerimakasih telah membaca tulisan Bu
HapusWau... Saya juga suka
BalasHapusTerimakasih Bu...
HapusMantap pak ks. ...
HapusSemoga sang suami tidak sampai menderita anemia karena harga dirinya sudah berada di kaki sang istri
Terima kasih telah mampir di gubuk saya Pak calon pengawas. Ditunggu kedatangan selanjutnya ya...
Hapus